Selasa, 14 Desember 2010

astaghfirullah

Akhirnya saya posting lagi (lagi-lagi posting) saat saya sangat galau
sebenarnya ada posting yang sudah saya persiapkan dan itu menurut saya bagus


tapi


pagi tadi saya baru saja kehilangan laptop, hape dan dompet saya
dengan cara yang tragis

semoga saja mas yang telah mengambinya dari saya diberikan hidayah
amin

Minggu, 05 September 2010

sekarang saatnya pulang

Kereta yang aku tunggu itu akhirnya berhenti juga yepat di depanku, juga dengan pintu gerbong yang tepat di depanku. Aku memang diantar ke stasiun itu, oleh kakak sepupuku yang tinggal di Bekasi. Menyenangkan, bertemu dengan keluargaku sebelum bertemu dengan keluargaku di Jogja. Semua terasa sangat indah, mungkin berlebihan, tapi memang bagi seseorang yang sedang jauh dari kampung halamannya hal seperti ini sudah sangat ditunggu-tunggu. Melebihi sebuah suasana pagi yang ditunggu dengan datangnya sore oleh seorang anak kos sepertiku dan anak kos lainnya. Lama aku tidak pulang, ya lama. Seperti apa tempat-tempat favoritku di sana ?

Sebelum aku pulang dengan kereta di mana aku sekarang berdiri di pintunya, aku melihat dulu ke tempat yang ingin aku tinggalkan. Mengingat malam sebelumnya aku melaksanakan ibadah sunnah bersama keluarga kakak sepupu, merasakan kehangatan buka bersama dengan makanan yang sangat bergizi bagi seorang anak kos sepertiku. Dan yang lebih lucu dua keponakan cerdasku, Ghozi dan Dzaky. Mengingat mereka aku jadi teringat masa kecil, yang sudah sangat lalu dengan adikku. Mereka kompak, kombo, dan erat. Terutama dalam main video game di laptopku yang suka hang itu. Intinya mereka benar-benar mirip dengan aku dan adikku. Kata-kata yang selalu aku ingat, mungkin aneh

"Kak gantian main CS (Counter Strike)-nya dong" rengek si Dzaky
"Bentar kakak lagi jago ini" jawaban Ghozi, yang entah kenapa terdengar lucu di
telingaku

Kekompakan yang aneh, tapi mereka sebearnya saling pengertian dan akur. Berbeda dengan pemerintah yang selalu ribut dengan hal yang sepele.

Cukup sudah lamunanku itu, saatnya fokus dan berjalan masuk ke dalam kereta. Aku di gerbong empat, kursi 8A dan tidak ada yang sudah duduk di tempat duduk sampingku. Mungkin nanti datang pikirku. Hal paling menarik dalam kereta kelas bisnis di negeriku ini pun mulai berdatangan. Mereka adalah penjual asongan, makanan, minuman hangat, dan barang- barang elektronik "ajaib" lainnya. Dan yang selalu aku tunggu, mi instan dengan cup dari sterefoam yang katanya tidak sehat itu. Nanti sajalah belinya.

Kereta ini terus melaju, tetap saja banyak pedagang berseliweran dan menurutku mereka bersaing dengan penjual makanan dari gerbong restorasi kereta ini. Tentu yang aku pilih itu dari pedagang asongan, menurutku sih lebih enak dan harganya tidak lebih dari bintang lima. Sebagai informasi, harga makanan dari gerbong restorasi relatif mahal.

Aku juga masih punya teka-teki dalam kereta ini, siapa yang bakal duduk disamping keretaku ini. Tapi aku tetap merasa bakal sendiri saja, ya keadaan itu cukup baik. Lagipula ini malam hari dan mungkin tidak ada waktu untuk mengobrol. Ternyata di stasiun Cirebon yang sebelumnya aku kira sudah di stasiun Purwokerto, orang yang duduk disampingku datang. Ya dia seorang mahasiswa dari kotaku. Tidak ada percakapan, hanya diam dan aku makan mi instan yang sudah aku beli.

Aku melihat ke arah luar lewat jendela di sebelah kanan, hitam. Tidak terlihat apapun. Bahkan setitik cahaya. Semakin sepi meski deru mesin kereta ini sangat tinggi desibell-nya. Pemandangan yang ingin segera kau lihat belum terlihat juga. Aku menunggu stasiun Wates yang berarti itu saatnya aku kirim pesan untuk minta dijemput di stasiun Tugu, Yogya. Mengapa kulihat jam ini selalu lambat ya, mungkin karena aku sudah tak sabar melihat mereka.

"assalamu'alaykum, halo pa" aku menjawab telepon dari ayahku
"wa'alykum salam, udah sampe mana kak? tanya ayahku
"stasiun Wates pa, sebentar lagi, nanti aku sms mas Adi aja"
"ya udah, sms langsung ya biar nanti enggak nunggu lama"
"ya"
"wassalamu'alaykum"
"wa'alaykum salam"

Senang rasanya, berarti setengah jam lagi. Aku siapkan barang bawaanku yang sangat berlebihan. Ada pakaian juga nata de coco yang sama sekali belum aku buat di kos, anak kos yang aneh menurutku. Kereta melambat, ya melambat, hati ini sangat senang dan untuk jantungku masih terikat di aortanya. Dan kereta berhenti. Sebuah teori tercipta.

"menurunnya kecepatan kereta menuju kampung halaman berbanding lurus dengan
kesenangan hati apabila terjadi pada tempat yang dituju dan pada waktu yang telah
ditentukan"

Tak usah diperintah, tak perlu disuruh, segera aku menuju pintu gerbong untuk melihat sebuah setasiun Tugu. Mata ini dimanjakan dengan sebuah ketenangan dan keheningan suasana subuh di Yogya. Aku tarik pendorong di koperku, lalu aku tarik dari depan. Berat juga. Aku melihat sekeliling dan nah itu ada yang menjemputku.

Setelah sedikit obrolan aku segera pulang dengan membonceng di atas motornya. Lagi-lagi Yogayakarta ini menunjukkan keindahannya. Jalan yang sepi di waktu subuh, lampu kendaraan yang mungkin semua biasa saja menjadi sngat spesial di mataku. Tak banyak yang berubah di kota nyaman ini.

Juga rumahku, sambutan hangat datang. Sangat hangat di dinginnya pagi ini, lengkap dengan udara segarnya.

"selamat datang nak"
"nanti mau buka puasa pakai apa ?"
aku jawab
"sayur bayam, ma"

Sabtu, 24 Juli 2010

merantau

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan


Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang


Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan

Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang


Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa


Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran


Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam

Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang


Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang


Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa

jika di dalam hutan


Imam Syafi'i
(aku baca dari novel Negeri 5 Menara)

Kamis, 22 Juli 2010

Ketika Kesendirian adalah Teman


Kubuka kamus bahasa Jepang yang kubeli kelas satu SMA dulu. Secara acak aku buka lembaran itu, sangat acak, seakan tidak peduli ada kata apa saja yang aku lewatkan. Mungkin jika orang melihatku mencari-cari kata dengan tidak jelas ini, aku yakin mereka mengira aku seperti orang kesetanan. Tapi pada sebuah buku kamus yang tidak bersalah.

“srek..srek..srek”, suara kamus itu kubuka dengan kasar

Kubolak-balik tanpa ada arah, apa aku tidak merasa aneh ? Ah, biasa saja, aku tidak peduli. Dan aku terus melanjutkan kesetanan ini dan semakain larut di dalamnya. Buat apa aku buka kamus ini juga tujuan yang sudah aku lupakan, seakan semua ini hanya sebuah spontanitas. Aku berhenti sejenak, lalu aku lihat keadaan sekitarku. Semua masih sibuk pada urusan masing-masing, seorang penjual permen harum manis sangat sibuk memutar-mutar batang kayu untuk tempat kapas yang bisa dimakan itu. Di sebelah kiriku, sebenarnya berjarak dua bangku duduk seorang pria paruh baya tapi dengan ketajaman mataku aku masih bisa melihat apa yang dia pegang. Buku yang pernah aku lihat di toko buku depan stasiun, “Bagaimana Menjadi Seorang Manajer dan Ayah yang Baik”, judul yang kurang aku mengerti hingga sekarang.

Sejenak pikiranku berjalan tanpa arah, menuju sebuah pintu masa lalu. Aku ingat pertama kali aku beli kamus itu, di toko buku murah dekat SMA. Di daerah itu buku merupakan komoditas utama, bayangkan saja apabila sejauh mata memandang yang ada hanya tumpukan perkamen-perkamen dan tentunya dengan penjualnya.

Saat itu aku berjalan di lorong-lorong toko buku, yang sepertinya kalau dilihat dindingnya juga buku. Kakiku tidak perlu diarahkan, pasti langsung menuju ke toko langgananku. Tapi betapa jahatnya aku sekarang, lupa aku dengan nama toko itu. Setidaknya aku mungkin ingat nama penjualnya, tapi ternyata tidak juga, maksudnya aku juga lupa. Tapi kalau masalah wajah dan penampilan aku tentu ingat. Bapak itu mungkin umurnya kepala empat, matanya tajam mungkin karena sering membaca buku di tokonya sendiri, dan selalu memakai baju batik.

“siang pak, ada kamus bahasa Jepang pak ?” tanyaku membuka pembicaraan

“ada banyak, lha kamu mau yang mana dek ?” bapak itu balik Tanya dengan logat jawa

Mataku berputar-putar menjelajahi tumpukan buku itu, dan sebuah buku berwarna kuning dengan sampul bergambar kereta shinkansen, bunga sakura, petarung kendo, juga huruf hiragana. Aku minta tolong untuk diambilkan buku itu. Bapak itu berdiri di kursi dari kayu dan mengambilnya, khusus untukku. Buku itu lumayan lebar untuk ukuran sebuah kamus, dan aku baca pelan-pelan huruf hiragana tadi.

ni-hon-go, nihongo” aku eja perlahan dan artinya bahasa Jepang

“buat opo sih le ?” kali ini bahasa Jawa dicampur bahasa Indonesia

“ada pelajaran bahasa Jepang di SMA pak, susah kalau gak pake kamus”

“repot sekolah jaman saiki, bahasa penjajah ya dipelajari, aku mbiyen ya cuma bahasa
Indonesia sama boso Jowo”

Aku tersenyum pelit, iya juga ya kalau Jepang dulu ada tugas menjajah Indonesia. Tapi bukan berarti kita dendam dan sama sekali tidak mau belajar mengenai negeri itu. Mungkin ayah dari bapak penjual itu adalah pejuang yang dulu hidup saat Indonesia menjadi bulan-bulanan romusha Jepang.

Pikiranku kembali berjalan ke masa sekarang, di mana aku sedang duduk di peron menunggu sesuatu yang tak kunjung hadir di depanku. Sepertinya masa hidup di kotaku dulu sangat menyenangkan. Toko buku tempat aku beli kamus yang sekarang aku genggam dengan tidak erat ini adalah tempat aku pulang sebelum aku pulang ke rumah setelah pulang sekolah. Baru aku ingat, biasanya aku juga beli es krim rasa stroberi di sekitar toko itu. Es krim yang dijual di box mobil van, murah, enak, dingin, sesuai dengan suasana sore ditambah lalu lalang pembeli buku. Rasanya tempo hidup melambat dan santai saat itu. Tanpa sadar pikiranku kembali ke masa lalu, dan sekarang bersiap kembali ke masa yang sebenarnya lagi.

Di stasiun ini, semua berjalan dengan cepat, orang yang lalu lalang karena sibuk, pekerja yang menyapu lantai, kereta-kereta tujuan lain, bahkan aku melihat pengemis minta-minta dengan cepat. Apabila tempo musik, ini mungkin adagio. Cepat, tanpa jeda, susah bernapas.

Aku lanjutkan membuka kamus itu, tapi tidak sebrutal tadi. Mungkin dengan pikiranku yang berjalan ke masa lalu telah membuat kecepatan aku membuka kamus turun drastis. Aku tarik napas panjang aku buka pelan-pelan kamus di tanganku. Kulihat di bagian atas, sepertinya tanpa sadar aku membuka bagian dimana kata dengan huruf depan “H” berkumpul, aku terus membuka markas untuk huruf ini. Sampai aku di suatu halaman, halaman genap, tapi aku curiga. Sepertinya gerombolan kata dengan huruf depan ini bersekongkol, mengintimidasiku, tapi bukan menjadi diktator bagiku. Hebat juga persekutuan ini pikirku, apa huruf depan ini bisa membaca perasaanku. Aku eja perlahan kata itu, yang tentu dalam huruf romaji. Perlahan aku eja hi-to-ri, kata itu hitori.



(hanya sebuah penggalan dari suara jiwa di rantau)

Kamis, 25 Maret 2010

liburan :D

liburan juga akhirnya
hahah, udah 2,5 bulan aku di jakarta dan sekarang saya sedang ngenet pagi2 di warnet kesayangan saya di jogja tentunya

belum pergi jauh2 sih tapi ya udah jalan2 lah
aku juga belum main ke tempat temen2 SMA, ntar aja deh
entah kenapa kumpul dengan keluarga itu nomor satu, ya nomor satu

tapi kemarin bunda ke bandung dan ayah ke semarang, alhasil ya sendiri sama jadi tukang jemput adekku reza

yang penting holiday lah, hoho


HOLIDAY
by Scorpion
music : Rudolf Schenker
lyric : Klaus Meine


Let me take you far away
You'd like a holiday
Let me take you far away
You'd like a holiday

Exchange the cold days for the sun
A good time and fun
Let me take you far away
You'd like a holiday

Let me take you far away
You'd like a holiday
Let me take you far away
You'd like a holiday

Exchange your troubles for some love
Wherever you are
Let me take you far away
You'd like a holiday

Longing for the sun you will come
To the island without name
Longing for the sun be welcome
On the island many miles away from home
Be welcome on the island without name
Longing for the sun you will come
To the island many miles away from home

Rabu, 16 Desember 2009

best high school

posting di tengah kesibukan jadwal kuliah
ya sibuk gara-gara dulu sering kosong, giliran sampe akhir-akhir jadinya sangat sibuk
biasa lah, ngenet di warnet depan kosan

oh iya hari ini SMA ku tercinta SMAN 1 TELADAN YOGYAKARTA berulang tahun yang ke-52.
selamat ya SMA ku, sudah lama kamu berdiri di pinggir jalan H.O.S Cokroaminoto itu.
SMA ku, semoga kamu terus JAYAMAHE dan menciptakan makin banyak generasi hebat di Indonesia ini.
TELADAN JAYAMAHE !

sekolah itu, menjadi tempat yang sangat aku rindukan
padahal di tahun pertama aku masih belum mengenal keseluruhan isi sekolah itu. ya karena ke"cupu"anku dulu.
tapi masuk tahun kedua aku mulai merasakan masa yang sangat seru. di IPA itu.
segala kekonyolan terjadi, keributan, kegaduhan, sedih, gembira, nakal, dan romantisme.

aku ingat waktu itu
kami sekelas sering curi waktu untuk main Counter Strike di perpus atau di lab.kom (sebelum salat Jum'at, haha ingatkah kalian ?)
setiap sore aku selalu pulang terlambat ke rumah. ditemani adit, temanku yang sekarang juga di STAN dan satu kosan denganku. kami di labkom perpus bawah.
ya untuk download, aku download game dia download lagu. sampe pak penjaga bosen liat kita. kita sering ninggal downloadan juga waktu siang hari, lalu sorenya diambil karena sudah selesai.
kegiatan konyol lainnya sangat banyak. bolos bareng, jajan di kantin bareng, makan di warung ijo, kenangan yang sangat berharga.

di sana aku belajar untuk bersosialisasi, ya mungkin oleh anto.
oh iya yang paling aku ingat.

pagi itu hari senin, dan pelajaran pertama setelah upacara adalah matematika oleh Pak Narlan (guru yang satu ini, -__-"). salah satu teman kami namanya yossa, jadi begini

pak narlan : "kenapa kamu terlambat ?"
yossa : "ngeyup (berteduh dalam Bahasa Indonesia) pak"
pak narlan : "enggak hujan gini kok ngeyup ngapain ? ya sudah ayo duduk sana"

hahaahaahaha sekelas ketawa semua, parah alesannya yossa
eh belum selesai

pak narlan : "oh iya yossa, pe-er nya udah dikerjakan belum ?"
yossa : (panik) "eh, iya udah pak. ini pak"
pak narlan : "loh kok ini, ini kan yang saya tulis di papan tulis kemarin"
yossa : "oh iya ya pak" (garuk kepala)
pak narlan : "wah bagaimana ini (khas pak narlan), bandel ini yossa mau gimana ini"

hahaahah sekelas malah pada ketawa...ada dalam ingatanku

ada juga romantisme antara simuh dan a'is. good tragic love story
persahabatan Nagabonar (nama kelasku), sangat kurindukan

tak terasa, aku sampai di tahun ketigaku
mulai sibuk untuk les dan belajar mempersiapkan UM UGM, UN, USM ITB, SNM PTN, USM STAN. ya kesibukan yang cukup menyita waktuku.

kelas ynag sanagt kompak, kita konsisten belajar bersama
ya belajar terus lah.
tapi juag ada selingan humor yang banyak dari opi (lama gak ketemu bro opi dan bro egrit T^T)
ada kegagalan, tapi semua insya Allah akan berujung pada kesuksesanku

dan sekarang aku di sini, kalau aku ingat perjuanganku.
les, iya meskipun hujan deras. selalu kupacu motor Vega tuaku untuk menuju tempat les. mencoba menyalip motor CS1 punya ABM tapi kayaknya gak mungkin, haha.

try out, yang kalau nungguin hasilnya selalu bikin aku deg-degan

PMKT tiap jam setengah tujuh pagi, oh iya kau belum pernah gak ikut PMKT lo sama ABM juga

evaluasi untuk UN

trus ada soal-soal UN dari dinas apa itu lupa

tes IT TELKOM, alahamdulillAH Tek.Telekomunikasi

UM UGM, aku belum keterima

USM ITB, juga belum keterima

SNM PTN, alhamdulillah impianku FTTM ITB meskipun itu pelihan keduaku (pilihan pertama Kedokteran umum UGM)

USM STAN, alhamdulillah Pajak

perjalanan panjang
dan akhirnya
aku masih harus terus berjuang

yang paling aku ingat, ya pagi itu di lab.bahasa
entah kau ingat atau tidak
dan aku juga tidak tahu iya atau tidak

never forgotten memories of my life
come in my mind
feel it
want to come back, but i can't

just keep it, freeze and soluble in my heart
and if i heard
and see
your gleaming eyes

once again
once again

-panji-

Minggu, 06 Desember 2009

why it's so regretful

ngeblog juga setelah sekian lama enggak ngeblog, pagi-pagi udara jakarta masih cukup segar.
tapi
pikiranku sedang kacau

so confusing my mind, between two problems. aku kira hal ini tidak akan berlanjut setelah aku memilih. ternyata yang terjadi jauh lebih buruk.
aku merasa kurang nyaman
aku merasa bingung

aku ingin sekali cerita, ya sudah susah kau memikirkan hal ini. aku tidak fokus.
tapi untung aku masih bisa bertahan dengan baik dalam ketidakfokusanku ini.
mereka yang ingin aku jadikan tempat bercerita seakan-akan marah padaku, padahal siapa lagi ?
aku takut bercerita pada orang tuaku, aku tidak ingin menambah masalah mereka.

apa aku harus bercerita tentang semuanya lewat blog ini ?
dan aku benar-benar tidak menyangka

-panji-

Sabtu, 07 November 2009

long trip to my sister's house

akhirnya ngenet juga, masih ada sedikit tugas yang belum diselesaikan
lanjutin ntar malam wae.

well, last week aku akhirnya jalan2 juga di jakarta ini.
bareng simuh sama ditenciel, our destination : Blok M
masih bingung juga apa itu Blok M tapi karena penasaran itu kami mencoba untuk kesana. dengan naik angkot d09 dari pintu Bintaro STAN kami menuju tempat yang ada Kopaja nomor 613 (kata bang Salim naik itu sih).

sepanjang jalan, keramaian ibukota sangat terlihat dan terasa. bus Kopaja terus melaju dan akhirnya sampai juga di Blok M.
pandangan pertama kami

wooooooooooooooooooooooooo!!!!!!
bingung, ini mall apa terminal ? kok banyak banget busnya
dengan insting, kami memilih untuk menuju bangunan paling tinggi yang dekat dengan kami.
Blok M Plaza
ternyata harus lewat underground kalo mau ke Blok M. ribet

masuk ke plasa, tinggi banget ni gedung pikirku
enggak ada mall yang setinggi ini di jogja, amazing
next kita cari tempat elektronik mau beli stik PS buat main PES, tapi......
di sini mahal banget, satu stik PS harganya dua kali stik PS biasa - -". bermerek sih

udah masuk waktu salat Ashar ternyata, jadi kami ke masjid yang ada di lantai paling atas. tinggi banget dan kami gak mau naik lift (alasan tak dapat disebutkan)
menyenangkan banget masjidnya, luad dan dingin.
kami juga sempat foto di atas

setelah itu kami muter2 enggak jelas, ngeliat-liat
muter-muter kaya orang pertama kali ke Blok M (emang)
setelah berjam-jam keliling simuh yang mengeluh lapar, mesti nek kowe muh

lalu dengan susah payah dan keliling2 yang tentu membuat kami semakin lapar, akhirnya ketemu dah KFC.
yesssssssssss!!!!!! makan, laper
pesan makan eh dapet bonus CD demo band, lumayan.

setelah kenyang kami memutuskan untuk pergi pulang,
tapi aku mau melanjutkan rute utamaku, yaitu ke rumah kakak sepupuku di daerah jatiwaringin.
simuh sama adit pulang ke Bintaro aku melanjutkan perjalananku, sendirian
sempat salah naik bis, katanya bisa naik Uki eh malah ke arah priok. gawat

tapi akhirnya pak sopir nurunin aku dan langsung bis yang bisa langsung ke jatibening meskipun harus antri lagi soalnya bus masuk ke terminal Blok M lagi, fiuuuhhh
dalam perjalanan
alunan musik dari gitar pengamen sangat menghibur kepenatanku seharian.
lupa lagunya apa aja, yang seventeen, setia jikustik, ari lasso yang apa aku lupa.
berkualitas yang nyanyi, gitar stem suara bagus. ^ ^b

untung juga, yang duduk di bangku sampingku tujuannya juga di jatibening jadi enggak takut salah.
akhirnya aku turun dan menunggu jemputan dari mas nanang (sepupuku juga)
alhamdulillah ada yang bisa jemput

langsung dianter ke tempat mbak sepupuku
menyenangkan, langsung disambut sama 2 keponakanku yang lucu2 dan pintar2 itu.
makan juga akhirnya, eh sekalian dibuatin teh tarik instan. hahaha untuk anak kos ini adalah hal yang sangat sangat menyenangkan.

time to get a rest, istirahat juga ditemani sama keponakanku yang masih kelas 2 SD tapi habis main Nintendo Wii langsung pegang ensiklopedia sains, hebat.

cerita berikutnya nyusul, capek juga terus aku belum makan malem.
habis ini nyari nasi goreng bareng roshid, budi sama adit

-panji-

Sabtu, 24 Oktober 2009

hasil dari kuliah

Akhirnya nulis lagi, langsung dari warnet depan kostan

Dari judulnya, kuliah.
Dimulai dari sebuah jarkom kalo ada kuliah hari jum'at jam 15.00
katanya sih sebagai pengganti kuliah Pengantar Keuangan Publik sehari sebelumnya yang sebelumnya emang kosong.

Berangkat dengan kemeja putih dan celana panjang warna hitam seperti biasa, menuju kampus padahal ngantuk. Hahahaha
Menuju satu-satunya gedung untuk kuliah di STAN, gedung I
langsung hebring euy, adem soalnya ada ACnya

Ke gerombolan anak2 kelas Pajak 1-G, kuliah diundur ke jam setengah 4.. waduh ya udah kalo gitu salat Ashar dulu aja
Setelah salat, kami semua masuk ke kelas.
Pak dosen juga ikut masuk,
pikiranku langsung (waduh ini pasti orang sibuk) kelihatan dari bajunya yang rapi dan tasnya yang kayaknya muat banyak banget

Diabsen dan ditanya asal daerah masing2, kelasku paling banyak dari Jawa Timur
Hari ini enggak pelajaran dulu katanya, wew

Dan beliau memulai bicara, memulai pembicaraan dalam kelas mengenai materi yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran saat itu.

Beliau pertama bilang.

"Apakah kalian bangga dan senang bisa diterima di STAN ?"
kami semua menjawab ya

setelah itu,
"Apa menurut kalian sekolah di sini gratis, bahkan buku saja dipinjami dan buku tulis dikasih ?"
ada yang bilang ya ada yang bilang tidak

"Siapa bilang kalian sekolah disini gratis, ada rakyat Indonesia yang membiayai kalian untuk sekolah disini"
"Bayangkan nelayan dari Sabang sampai Merauke mambayar pajak dan beberapa persennya turun untuk kalian juga bagaimana dengan buruh ?"
"Padahal belum tentu anak mereka bisa merasakan kuliah di sini"

seketika kami semua diam
entah apa yang teman2 pikirkan

setelah itu beliau bercerita
ini tentang seorang wartawan yang mewawancarai para pekerja untuk membangun candi
(emang ada wartawan jaman segitu ?), katanya sih biar aja ini kan cerita

Wartawan bertanya pada tiga orang buruh pengangkat batu untuk candi,
W=wartawan
B(1,2,3)=buruh

W : "Permisi, apa yang sedang anda lakukan ?"
B1: "Bukankah sudah jelas kalau aku sedang membawa batu yang sangat berat
ini"

lalu ia bertanya ke buruh berikutnya
W : "Kisana, apa yang sedang anda lakukan
disini ?"

B2: "Oh, saya sedang membangun sebuah
candi"

lalu ke buruh ketiga
W : "Apa yang sedang anda lakukan ?"
B3: "Anak muda, saya sedang membangun sebuah
peradaban"


Kami semua diam kembali, aku berpikir "apa maksudnya ?", "mungkin"
lalu beliau berbicara

"Lihat contoh dari tiga buruh tadi, bandingkan jawaban mereka. Buruh pertama hanya melihat sesuatu dari sudut pandang untuk dirinya sendiri yang sangat sempit, ia hanya melihat apa yang ia lakukan saat itu juga tanpa memiliki pandangan dan tujuan yang jelas. Buruh yang kedua, sudah cukup baik karena ia sudah mempunyai target untuk ke depannya. Untuk buruh yang ketiga, ia sudah memiliki target jangka panjang yang sangat luas. Ia memiliki cita2 untuk kehidupannya, ia berpikiran luas dan memiliki target yang besar dan itu adalah target untuk orang banyak nantinya."

"Jadi apa yang kalian dapatkan dari cerita saya tadi anak-anak?"
"Jadilah orang yang memiliki target seperti buruh ketiga, pikirkanlah. Sekarang saya ingin membuat kesepakatan bahwa kalian belajar di sini untuk membangun sebuah peradaban yang lebih baik untuk rakyat Indonesia, karena itu ingatlah jasa mereka"
"Ini hutang obligasi"


Betul2 cerita yang bagus, serasa aku semangat untuk kuliah. Ya, untuk masa depan.
Untuk bangsa
Kuharap aku terus bisa semangat seperti ini.
Kutuliskan, "Aku belajar di sini untuk MEMBANGUN SEBUAH PERADABAN" di halaman depan buku binderku.

Dari sisi ruang kelas, aku melihat matahari mulai turun dengan semburat cahaya jingganya menerangi pekerja yang sedang membangun kampus tempat kami belajar.

Terima kasih,

-panji-

Minggu, 18 Oktober 2009

Story of Himacop edisi 1



Himacop again..

Bingung juga mau cerita apa, tapi mumpung ngenet gratis pake modemnya simuh (telo cino kata simuh)
Roshid baca buku ekonomi SMA Kelas XI, Simuh main DotA, Adit nungguin downloadan... dan aku menulis blog

Ya Himacop,, udah lama juga gak ketemu anak-anak Himacop Bandung.
Jadi inget keseharianku di sana..

Ya kebetulan kegiatan banyak dilakukan saat bulan puasa,
setelah mengikuti acara PRO-KM, kami sakit pilek dan batuk. Sangat menyiksa untuk anak kos seperti kami karena tidak yang merawat.. Sakit ya cuma dibiarin aja.

Bulan puasa
Malamnya tarawih,, terus duduk2, cerita2...

Aku sama chebe biasanya masak nasi pake rice cookernya budi,, ada yang giliran beli lauk..
Waktu bangun untuk sahur ada dua orang yang dengan psycho-nya membangunkan kami, mereka dalah roshid dan budi.. hebat dah yang masih bisa tidur kalo pintu kamar dah digedor-gedor dengan brutal.

Hal yang pasti saat bangun sahur, aku sama chebe mesti batuk dengan sangat heboh,
hok hok hok hok,,
katanya budi, chebe kalo tidur maem coro, hwakakakakakak

makan sahur bareng2, pokoke jossssss
tidur lagi

bangun ya langsung antri mandi,, maklumlah di kontrakan cuma ada 1 kamar mandi.. antri di tangga baris-baris..parah dah

berangkat ke kampus ITB!!!!
jalannya jauh juga, naik turun.. ini ini yang bikin aku kurusan (dikit)
dari kejauhan sudah terlihat mobil pribadi kami : baca angkot Cicaheum-Ciroyom

kami juga sempat mau beli mobil kayak gini



nenek moyangnya Bumblebee

lumayan to.. katanya gak mahal sih..
buat berangkat bareng-bareng sih, di depan 2 di belakang 3 jadi yang FTTM naik mobil, ramsyi ma rukan naik motor.. haha

cukup seribu rupiah kami sudah sampai utara kampus dengan angkot... belum sampai disitu penderitaan kami.. masih harus jalan lagi hahahahha


kehidupan kampus yang menyenangkan,, jadi kangen
but I have chosen, to study here at STAN

semangat buat teman-teman di bandung, kita semua sukses..amin
ingat waktu kita duduk2 di kamarnya roshid sama romli ya cerita macem2 dan curhat (mungkin bisa bisa dibilang ngece ^ ^) tentang *ehem*

Bagaimana dengan lagunya vierra? Yang sering dinyanyikan,, sakjane enggak suka, tapi ya biarin yang penting nyanyi...
Banyak lagu yang udah dimainkan dengan gitar dan bassnya ramsyi

Sekian deh,, mau lihat simuh main DotA.. Adit ya mau install update-an apa embuh gak mudeng
See you, next post


-panji-

Jumat, 16 Oktober 2009

Himacop '09




Next entry..
connect dengan modem simuh

Oke kembali jalan yang benar,

Himacop (Himpunan Mahasiswa .................) adalah sebuah organisasi kemahasiswaan yang berdiri pada 17 Agustus 2009 di Sekeloa Tengah 149C, Coblong, Bandung. Organisasi ini dibentuk dengan tidak sengaja saat sore hari dan duduk2 di kontrakan. Diprakarsai oleh tujuh orang mahasiswa yaitu Chebe, Rosh, Budi, Romli, Panji, Ramses, dan Inoonk.


Organisasi bergerak dalam bidang yang aneh. Kita mempunyai banyak proker dalam organisasi ini. Diantaranya mencuci baju, memasak nasi dengan rice cooker, bangun siang, main DotA pake laptopnya Ramsyi. Yes we are a team.. we are solid. We are not a gangster, kita bergerak dengan damai dan beraninya dari belakang, stalker. Setelah itu satu orang bergabung lagi dengan kami, dia Rukan. Mahasiswa asal Jambi dari STEI yang nyasar ke kontrakan kami. Ya, dia masuk Himacop tanpa tes dan langsung diterima dengan senang hati.


Himacop sering mengadakan acara bersama, seperti makan di kantin AA bersama, main game bersama, hingga telat ke kampus atau acara bersama. Banyak sekali aktivitas yang dilakukan. Himacop memang tidak terlalu eksis di ITB, tapi setidaknya kita ada. Jalan-jalan juga sering kita lakukan tapi hanya di kampus, maklum cuma ada satu motor punya Ramsyi. Belajar juga bareng, tapi yang paling sering ya bikin orang jadi ilfil bersama-sama.


Ya, itu sekilas dari Himacop... entri tentang Himacop berikutnya menyusul..





footnote : foto kurang bagus soalnya diambil pake hapeku (cuma 2 megapixel) tapi ini ya sudah cukup yang penting momen tak terlupakan ini bisa diabadikan
lokasi foto : di Gedung Teknik Geofisika FTTM ITB

New Blog (again)

Assalamu 'alaykum

Aku buat blog baru lagi, setelah sebelumnya ada yang di wordpress dan blogspot juga.
semoga dengan blog yang baru ini aku jadi lebih serius dalam blogging, ya itung2 isi waktu luang kalo ada liburan..

feedback dan bantuan dari teman2 sangat bermanfaat..
terinakasih

Wassalamu 'alaykum